Rabu, 08 Desember 2010

PEMUDA, PELUANG DAN TANTANGAN MENYONGSONG ABAD 21




 Mengawali tulisan ini saya akan kemukakan kembali teks Sumpah Pemuda yang dinobatkan pada tanggal 28 0ktober 1928  yang benbunyi :

“Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia. 
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.”


Teks tersebut diatas sekilas terlihat sedrehana dan singkat, akan tetapi memiliki makna dan penjabaran yang luas serta fenafsiran yang kental. Teks tersebut menceminkan posisi pemuda yang patriotis, loyal terhadap negara dan cinta tanah air. Terlihat juga sosok-sosok pemuda decade dulu yang cerdas dan idealis.

Jika kita tilik sejarah, maka akan kita dapati bahwa tokoh yang bernama Muhammad Tabrani Suejowitijitro adalah figur yang turut menggagas lahirnya sumpah pemuda ,karena beliau adalah ketua panitia kongres pemuda yang pernah dilaksanakan pada  tahun 1926. Namun jika kita tinjau lagi cikal bakal itu telah ada sejak tahun 1908, yakni lahirnya Budi Utomo,  sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa peran Budi Utomo terhadap pemuda dan muara lahirnya Sumpah pemuda tidak dapat dipisahkan. Nama  berikutnya adalah  seperti Sunario, hatta,. M. yamin dan lain-lain. Bahkan ikrar ini juga tak terlepaskan dari semangat yang melahirkan proklmasi kemerdekaan RI

Pemuda adalah orang /masnusia pada posisi muda, belom tua dan memeiliki semangat serta jiwa muda. Pemuda adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan arah sebuah bangsa. Jelek generasi sekarang, maka akan rusak bangsa ini ke depannya. Berikan aku sepuluh orang pemuda, maka akan aku guncang dunia ini. Begitulah kata Soekarna, presiden pertama Indonesia yang hanya butuh sepuluh orang untuk mengubah dunia ini. Begitu dahsyatnya gerakan yang dilakukan pemuda, sehingga dapat mengubah dunia. Pemuda yang hanya berjuang tanpa pamrih, tanpa embel-embel dibekangnya, murni dari hati nurani mereka sendiri.

Dalam sejarah kehidupan bangsa di dunia, termasuk di Indonesia, peranan pemuda sebagai agent of change sangat penting. Karena itu, optimalisasi peran pergerakan yang dilakukan oleh pemuda juga sangat penting. Para mahasiswa adalah penggerak nyata yang mempunyai nilai idealisme dan semangat juang tinggi yang begitu cepat merespon suasana hati dan kecemasan masyarakat terhadap isu dan tragedi yang ada.

Abad 21 adalah sebuah tantangan baru khususnya bagi  Indonesia yang sedang berkembang menuju arah yang lebih cemerlang. Abad 21 akan terjadi perubahan wajah dunia dan masa secara prontal,  tentu ini dipicu oleh persaingan yang kopentitif menuju go internasional. Nah dalam hal ini sebagai pemuda kita harus manpu meminkan peranan nyata sehingga manpu berbuat kearah perubahan baru. Salah satunya adalah memahami  dan menguasai IT. (Informasi Technologi).

Peluang selalu ada  jika membuang jauh-jauh prinsif primitive, kaku , picik bahkan sentiment, kita harus cermat membaca peluang, siap bersaing, selalu mengasah diri dan mengembangkan segala potensi yang ada. Jika tidak pandai, maka kita hanya menjadi penonton di  kampung sendiri, lalu akan digilas oleh masa hingga kita akan punah ranah dalam menentang arus.

Sedangkan pada tatanan tantangan, selalu membuat kita risau dan munculnya kecemasan. Karena pada level ini akan terjadi berbagai perubahan yang disebabkan oleh kemajuan zaman. Pergeseran nilai dan norma selalu menjadi sasaran. Akan terjadi pula kejejasan dalam bidang politik, hukum, agama social budaya dan lain sebagainya. Dan kita harus selalu berhati-hati  karena tidak tertutup kemungkinan akan ada upaya penjajahan dalam bentuk wajah lain terhadap bangsa kita.
Oleh karena itu sebagai pemuda kita jangan terjebak dengan organisasi yang bersipat sempelan dan dadakan untuk kepentingan sesaat. Organisasi pemuda diharapkan sebagai motor penggerak dan selalu memiliki budaya organisasi secara normal.

Organisasai kepemudaan haruslah tumbuh sebagai perekat, bukan sebaliknya bersaing untuk popularitas atau mengeruk keuntungan sepihak lalu mengorbankan pihak lain. Ingat  ruh dan esensi organisasi yang pernah dibagun dahulunya oleh para  pejuang bangsa, mereka idealis,  pro bangsa dan rakyat. Iitu harus menjadi cerminan bagi organisasi saat ini.

Selamat memperingati hari Sumpah Pemuda. HIDUP PEMUDA……


Rempak, 28 Oktober 2010
Sempena hari sumpah pemuda

Terkenangkan Soekarnoku



Hujan enggan membasahi bumi, anginpun pun malu hendak bertiup.Ketika  matahari hendak menerangi, awan dengan kecogkakannya menampakkan diri hingga akhirnya cahaya siang menjadi redup, kelabu sampai  kepetang hari. Alam ternyata turut bersedh , saat-saat mengiringi  putra fajar mulai lusuh dan ketika lenyap dimuka bumi. Ketika  dia  merenggang jawa dan ahirnya iapun pergi tuk selamanya

Hati terasa iba , simpatik semakin menumbuh, perasaan mengenangmu . Soerang Proklamator yang terlupakan akibat kabut sejarah masa lalu.Sebuah catatan dilenyapkan dalam kurun yang memberontak, seperti kecamuk yang terjadi dizaman itu. Setumpuk warkah sebagai bukti lesap diamuk api berasap dalam helaian  kertas buram, seburam kenyataan terhadap penyiksaan yang ditimpakan atasmu.

Soekarno itulah nama kebesaranmu, sebesar citamu saat membondong bagsa dalam lepas dari usik  penjajah, menyandingkan  negeri hingga dikenal ke saentaro dunia. Orator ulung menggugah semangat juang, menggelegar hingga memecah bongkah –bongkah keras. Menghujam jiwa membakar terik kata mu hingga membuat banyak yang segan.

Sosokmu universal, unik bahkan controversial, banyak sindirian untukmu , karena kegemaranmu terhadap perempuan . Engkau romantis terbukti dengan kata- kata cium seribu kali untuk hartini, engkau plamboyan, necis, berwibawa serta karismatik.  Hidupmu habis hanya mengurus rakyat, mengusir penjajah dan mengikis para makar dan separatis. Masuk keluar penjara adalah hal yang biasa. Engakau lantang berorasi dilevel  dunia, engkau berani membuat statmen mengganyang, engkaupun berani menentang dan lepas dari persekutuan liga bangsa-bangsa.

Namun dipenghujung usia senjamu engkau dipencundang  oleh lawan dan kawan, emgkau didera kekejaman orba. Engkau diasingkan dalam dunia karantina yang jauh dari sanak dan keluarga, engkau mati sebelum dimatikan engaku terasing hingga semuanya menjadi derita yang menyeramkan. Orba ternyata momok bagimu, menyerang urat nadi sampai  engkau difitnah turut dalam kejahatan komunis yang menyesatkan. jasamu telah dipeti es kan. dan kamu adalah korban politik dimasa akhir jayamu.

Kami berharap tragedi kematianmu adalah pelajaran sejarah berharga bagi Indonesia. Jangan ada lagi kesalahan masa lalu diulang dan marilah kita berbesar jiwa. Dipengasinganmu  engkau sempat berkata dalam puitisasi yang berbunyi “ Anakku, simpan segala yang kau tahu, jangan ceritakan deritaku dan sakitku kepada rakyat, biarkan aku menjadi korban asal Indonesia tetap bersatu. Ini aku lakukan demi kesatuan, persatuan , keutuhan dan kejayaan bangsa. Jadikan derita ku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presidenpun  ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat dan diatas segalanya  adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.”

Aku kagum kepadamu, kami tetap mendo’akanmu  agar arwahmu mendapatkan tempat yang baik disisi Allah SWT.. amin

Senin, 06 Desember 2010

Diamuk Resah



Tengah malam buta engkau memaksa aku untuk  mengangkat telpon selulerku,
Aku terkejut, kerena tidak seperti biasanya engkau melakukan cara-cara itu ketika menghubungi ku, dengan nada sambungku sebuah lagu berjudul diambang wati (lagu seberang) menyentakkan aku dari lelapnya tidur setelah penat menggerayangi tubuhku.

Terkaget,  seteleh aku genggam  ternyata engkau sahabat lama tempo dulu yang sejak lama  tidak membangun komunikasi.  Suaramu tidak berubah membayangkan aku dengan sosok idealmu sebagai seorang laki-laki yang santun, tutur dan kelakar sendamu masih tak berubah seolah-olah kita dalam dekat yang menyatu.

Engkau menyampaikan keluh kesah mu dengan gelagat  melayu kentalmu. Engaku bercerita tentang banyak hal dengan seloka yang sesekali menyentil ku ketika gurau kita  ayunkan sejenak . hingga tanpa tersa celoteh kita khatam pukul 03..00 pagi.  Engkau adalah sahabat karibku bahkan pernah selalu membantuku dan aku takkan pernah meluputkan jasa mulia mu.

Engkau resah dengan pengalaman pelit  yang menimpamu ketika tergiur dengan dunia politik praktis yang semu, engkau mencoba ingin menjadi politikus dengan memposisikan diri sebagai calon legislatif yang digaji oleh rakyat dengan nominal rupiah yang yang menggiurkan. Engaku telah menjual asset berhargamu, setelah itu engkau hanyut dan tenggelam dalam keterpurukan yang amat mendahsyatkan.

Rizal itulah nama akrabmu, engkau telah memiliki pandangan jauh kedepan, akan tetapi nasib berkata lain, keberuntungan belum memihak utukmu, taqdir yang tersirat  dalam warkahmu belum memberikan jejak yang ampuh terhadap cita-citamu. Sebenarnya engkau figur  idealis yang aku kenal karena kita sama-sama pernah mendirikan organisasi AMPEKASI ketika dikampus dulu.

Kini cita-citamu kandas seiring berakhirnya pemilu legislatif, harapan tinggal harapan pemenang melenggang dikursi empuk sedang engkau hanya ditemani kursi lusuhmu yang biasa engkau gunakan untuk menyiapkan laporan kerja harianmu. Aku sebenarnya turut prihatin dengan apa yang sedang menggeledahmu, tapi hanya uluran moril dan do’a yang manpu aku pohonkan untukmu.

Politik memang keras, politik sarat kepentingan, politik tidak ada kawan dan lawan yang  ada hanyalah tergiur oleh kekuasaan. Politik memang telah diatur dalam undang-undang, jika tidak cermat menggelutinya, maka kita akan kandas dalam permainan. Politik memang besar diongkos dan politik selalu membuat kita hanyut ,  ketika kalah maka berubah jadi  meresahkan.

Hatimu kini mulai menyesali, dan engkau telah tahu persis pola yang diperankan oleh rekan dan lawan politikmu. Engkau telah dibunuh oleh angan-anganmu sendiri karena engkau salah dalam membaca peta politik yang engaku perankan. Penyesalan selalu terakhir, tapi apa gunanya untuk dikenang jika hanya membuat pikir dan jiwa menjadi tak tenang.

Rizal, aku menghargai  alur hidupmu, jika engaku belum menemukan hasil dari perjuanganmu, maka coba lagi jika ada peluang. Karena aku tahu, bahwa ketika kita hiruk pikuk dalam melakukan interupsi sementara kita tidak punya kapasitas merubahnya itu berarti kita hanyalah sebagai penonton biasa  karena kita berada  diluar sistem itu. . Jika engkau telah benar-benar dalam sistem itu maka engkau akan bisa membawa sebuah perubahan untuk melakukan pencerahan terhadap sistem-sistem yang selalu membuat hilangnya kepercayaan rakyat terhadap wakilnya… ....... Coba lagi sahabatku, karena  hidup adalah perbuatan kata Sutrino Bachir.