Kamis, 31 Maret 2011

Monarki Non Absolut

Hari ini kita disibukkan oleh perbincangan panas mengenai politik, yakni eksistensi raja /sulthan Yokyakarta dengan kratonnya, dan hubungannya dengan situasi demokrasi di republik ini. Persoalan ini mencuat ketika SBY mengatakan ada benturan atara keduanya. Situasi ini tentu saja membuat masyarakat Yogja  menggeliat dan protes, tak tanggung-tanggung seluruh elemen masyarakat ikut, bahkan  berbagai organisasi tempatan ikut memberikan komentar menyikapi keinginan SBY tersebut.

Seperti kita maklumi bahwa untuk daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipimpin oleh Sulthan yang berfungsi mengurus kraton dan sultahn juga berperan sebagai Gubernur yang menjalankan tugasnya mengurus masyarakat. 


Makna Monarki

Monarki menurut Garner, beliau menyatakan ; setiap pemerintahan yang didalamnya menerapkan kekuasaan yang akhir atau tertinggi pada personel atau seseorang, tampa melihat pada sumber sifat – sifat dasar pemilihan dan batas waktu jabatannya maka itulah monarki. Pendapat lain menegaskan, monarki merupakan kehendak atau keputusan seseorang yang akhirnya berlaku dalam segala perkara didalam pemerintahan. Monarki adalah bentuk pemerintahan yang tertua.


Makna Demokrasi
Demokrasi secara sederhana kita pahami dengan “ dari oleh dan untuk rakyat” . Jika mengutip dari tulisan  M. Masad Masrur  demokrasi adalah  :  "demokrasi" berasal dari Yunani Kuno yang diutarakan di Athena kuno pada abad ke-5 SM. Kata "demokrasi" berasal dari dua kata, yaitu demos yang berarti rakyat, dan kratos/cratein yang berarti pemerintahan, sehingga dapat diartikan sebagai pemerintahan rakyat, atau yang lebih kita kenal sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Namun, arti dari istilah ini telah berubah sejalan dengan waktu, dan definisi modern telah berevolusi sejak abad ke-18, bersamaan dengan perkembangan sistem "demokrasi" di banyak negara.

Dari pengertian diatas memang terdapat perbedaan yang mencolok, jika demokrasi  kekuasaan tertinggi ditangan rakyat, akan tetapi monarki kekuasaan dipegang oleh raja/ sultan (absolut). Monarki yang diterapkan di kraton DIY tidak se absolut yang kita bayangkan, karena kraton berada diwilayah NKRI , maka pada suatu sisi harus tunduk pada aturan-aturan yang berlaku di republik ini, kalaupun ada ketentuan-ketentuan khusus penekanannya hanya pada tatanan kraton. Hal ini dapat dibuktikan bahwa secara mayoritas ketentuan-ketentuan yang di sepakati di Yogyakarta adalah  kehendak masyarakat/ rakyatnya.

Karaton sebagai kerajaan di negeri ini  (DIY) telah di nobatkan dalam waktu sudah lama. Eksistensinya sudah kita pahami bahwa keberadaannya memiliki sejarah penting dan panjang dalam perjuangan perebutan Kemerdekaan. Oleh karena itu terlalu premature jika keberadaan kraton dan pemeilihan kepala daerahnya  untuk diperdebatkan. 

Dalam tulisan ini ada beberpa hal penting untuk kita cermati bersama:
1.      Kraton  dalam negara yang demokrasi seperti di negara kita, maka sah-sah saja keberadaannya, karena ini adalah cerminan fluralisme dan keberagaman sistem,  kekayaan  budaya dan dinamika  berdemokrasi. Paling tidak kita akan dipandang sebagai negara mapan dalam menjalankan demokrasi, sekalipun  negara kita berpahamkan system presidensial
2.      Monarki  yang di terapkan di Indonesia seperti di DIY, bukanlah monarchi absolute, yang semuanya bermuara kepada kehendak Raja. Karena raja /sulthan di Kraton  tetap tunduk kepada UU yang diberlakukan di Indonesia.
3.      Dalam kenyataannya pemilihan Gubernur  sebagai pemimpin daerah dan ia sebagai sulthan, sistemnya berjalan damai, aman dan jauh dari gesekan-gesekan, bahkan tidak menyedot APBN/APBD yang besar. Berbeda dengan Pemilu kada hari ini. menghamburkan Asset, selalu rusuh dan selalu ada upaya-upaya penggulingan dengan cara-cara yang tidak terpuji
4.      Jika pemerintah menganngap berbentur, kenapa diberikan otsus seperti di Aceh dan papua,  bahkan diberlakukan Otonomi daerah. Ini menandakan bahwa sebenarnya demokrasi itu sendiri   tidaklah  kaku.
5.      Kenapa daerah yang tidak bergejolak di utak atik. Kenapa sistem yang sudah berjalan dengan baik dipersoalkan, sementara  masalah  lain yang menyita perhatian bangsa yang sudah menumpuk bahkan lebih kronis dari persoalan ini tidak kunjung terselesaikan.

 Apapun alasannya kita hanya bisa berharap semuanya berjalan dengan baik dan demokrasi tetap utuh. Jika RUU untuk DIY di terbitkan, maka tidak lain tujuannya adalah untuk kemaslahatan bangsa dan Negara



Kematian Si Tua

Uban mulai mencabik kepala
pelopak matapun bertengkar dalam pandang
mengunyah , menelan,  gigi memaki tidak rapat lagi.
Tulang belulang merapuh,
persendian dingin mencair dalam beku yang kikuk
keringatpun menyumbat ari
ketika terik tak sanggup membasahi jangat.
Itu lah tanda-tanda tua.

Tinta botol itu menetes dalam catatan hariannya
menguras kenangan
angan yang belum tuntas
mencoret silaf dan dosa
dalam warkah  lusuh tua

Seusia zaman
dalam abad tak sekejap,
api ajal kan menjemput
tak dapat lelap
tak kuasa  jaga
ketakutan mulai menyapu aqal waras.

Kematian itu semakin dekat
dan bertambah dekat
mencium nadi
tak dapat ditunggu
tak dapat diundur dan ditawar-tawar lagi

Tuhanku,
Jemputlah ia  dalam mati sesaat.
Hidupkan ia kembali dalam hayat yang abadi

Sebuah Janji

Seperti janji yang pernah ku sampangkan
di daun hatimu

Biarkan bulan pulang pagi
dijilat kubangan subuh
aku tahu
takkan tersangkut di talang langit

Sampan yang pernah kita kayuh
akan berlabuh
takkan tenggelam
pun  aku masih melihatnya mengapung
di celah kembar ombak siang
yang masih menggulung
menari di tepian laut

Tunggu
sampai waktunya
aku akan acungkan janji itu

Selasa, 15 Maret 2011

Teman Spermainan

Diperut  sampan kita duduk berkayuh
melambai pohon -pohon nipah,
dedayung yang kita ongkak masih menyisakan
tawa dan panggil
panggilan dua insan kecil
sedang asik berhanyut dengan waktu panjang.

Disurau kita habiskan masa
bersarah melantunkan agung kalam- Nya.
Pabila petang datang, kitapun bersempang
sarung lusuh melilit dipingang
taklupa  salam kita jabatkan buat abah dan emak
pulangnyapun membakar obor
menyuluh setiap sudut jalan.


Rumpun kelapa itu tidak lagi tersenyum
mulai menua dengan buah  yang langka
meninggi tak berdaun lagi.
Ketika itu kita berlomba dalam panjat
menetak batang untuk bertumpu
kini  mulai berlumut tak berteman lagi

Teman,
Kita dah jauh mendewasa
insan kecil itu telah kita lewatkan
kenangan itu telah terpahatkan
kini engkau jauh diseberang
semoga persahabatn  tetap berpanjang…..

//za: 30 .11.10


Dandan nya

Memandang wajah  membias oval,
bersolek dalam komunal dandan
polesan mulai mengkeringat
menunggu petang dalam congkak menapak jalan.

Raut,,
Rerautan itu tampak semakin senja
terlupakan oleh solekannya,
ia ditinggalkan.
Kicau burung seperti mengejek,
mencemeeh,
mencibir dibibir aspal.
melihat si tua genit yang hampir bau tanah.

Akhirnya  terbangun dalam tidur panjangnya,
menepikan kusut selimut
tersentak ketika sakit meniba
menghunjur melipat tangan sambil bersandar
tenyata tuanya semakin bangka
iapun sadar sedang diintip ajal.

Ternyata dandannya tanpa faedah
menyumbat hati yang kosong
membuat ia semakin gerah.

Kini ia telah sadar semula.


Oleh, zamhir arifin
29 nov 2010




Lagu Hidupku

Dicumbu malam dengan gelut kecil angin  larut
terngiang lagu lama yang pernah berdendang
laguku yang tak pernah hilang
ketika  nyanyiannya  dalam tempo dulu
dengan irama syahdu menumbuk  kalbu
memukau wajah jadi haru

Bait kata itu sontak membuat aku lunglai
dengan lirik menyentil
karena mengingatkan aku dengan kisah panjang dalam amuk hidup
terkilan hati,
mata membelalak
hingga aku tak sanggup lagi pejamkannya.

Ternyata kisah itu memang pedih
dalam silam yang berantakan
dalam  kurun yang  semberautan

Tak sadar menghujan air mata
ternyata aku dilahirkan dalam susah yang kental
ditopang  papa kedana
dalam kikuk mencari sepah

aku…
aku membesar dengan rindang susah
seadanya tanpa gizi
tergeletak dalam tumbuh yang tak berpucuk
namun aku tetap jadi
dalam kejadian  seperti hari ini

Ah,,,,,,,,,,,tak usah dikenang lagi
aku dah kunyah semuanya
aku akan muntahkan kembali pahit itu
aku tak usah bersedih
hari ini
hari esok
adalah hari ku yang abadi……


// ZA

Pelacur Ku

Lacur yang  membiasakannya kenyang dengan ulam nikmat sesaat,
dalam rumah bertabir nafsu,
menghentak malam mengintai mangsa.
Di  rumah itu bergulat sambil berjingkrak rerautan lusuh
sayu
sendu
lesu
dan malu-malu.

Keberingasanmu membuat onani berkesima,  
ejakulasipun memuntah.
Melebur pada dua paha kembar,
berdenyut dalam gesek
feoreflay memburu ereksi  nakal
sambil ditopang payudara-payudara buntal.

Tiada cermin kaca buat memandang jiwa
sebenarnya aku iba antara kasih dan benci.

Dingin menjadi pecah,
sengau hela  dengan tahanan napas yang mengengap
membuat engkau diperbudak oleh kekejaman pejantan jalang yang tak akan puas,
tapi nikmat itu memupuskan harapan, memutuskan sadar yang dalam
hingga terali  benang merah semakin putus
lalu keasyikan mengalahkan segala yang ada

Akankah pilihanmu dianggap tepat
padahal himpitan aroma kemiskinan yang membuat kita sesat
jalan pintaspun dipacu tanpa mengiyakan rambu- rambu
dan lampu merah. 
dengan pertimbangan tanpa kompas dan arah.

Aku bukan pelacur.
Aku tidak melacur.
Engkau pelacurku dan sahabatku.
Engkau sama seperti kami
dan aku..

Tapi mari cermati hidayah yang hampiri
kebenaran yang tak pernah mati
karena nanti kita akan mati
dan kita akan diadili
oleh kepastian makhkamah Ilahi

Sadarlah pelacurku
maafkan aku..........

// Zamhir arifin
28.11.2010

Al Quran Dan Stres


Pengertian Al Quran

Alquran berasal dari  dari kata kerja qara’a yang berarti membaca dan bentuk masdar (kata dasar) nya quran yang berarti bacaan.  Sedangkan dalam pengertian yang lebih luas , Al quran adalah Firman Allah  yang mengandung mu’jizat  dan dirurunkan kepada Rasulullah saw dalam bahasa Arab yang dinukilkan kepada generasi sesudahnya secara mutawatir, membacanya merupakan ibadah, terdapat dalam mushaf dimulai dari Surat Alfatihah dan diakhiri  dengan surat an Nas.

Stres adalah gejala kejiwaan , cemas, takut, khawatir, ragu-ragu, perasaan bersalah dan lain-lain. Stress selalu menghinggapi banyak manusia  terutama ketika prekuensi kejiwaan semakin meningkat. Bisa diakibatkan oleh pekerjaan yang menumpuk, dililit hutang , diminta pertanggung jawaban, putus asa/cinta  dll.

Hidup adalah masalah, jika tidak mahu bermasalah tak usah hidup. Namun tidak banyak orang yang tenang menghadapi stres, sebaliknya banyak yang stres lalu banyak pula yang melakukan jalan pintas untuk menenangkan dirinya seperti pergi ketempat hiburan, berpestapora, mengkonsumsi narkoba, sex bebas bahkan ada yang mengakhari hidupnya secara sadis. Tentunya cara-cara seperti ini tidak dibenarkan dalam ajaran agama kita.

Untuk menghilangkan stress sebaiknya berwudhu, sholat sunnah lalu baca Al Quran. karena Alquran itu memiliki nikmat dan fadhilat  yang luar biasa tentunya jika kita memahami dan menjiwainya secara mendetail. karena Al Quran sendiri memiliki pengaruh psikologi terhadap  orang yang beriman.  Hal ini telah dinyatakan secara tegas dalam Al Quran surat al Isra’ ayat 82 :

“Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

Selanjutnya dapat pula kita baca dalam Surat  az Zumar ayat 23 :

“ Allah telah menurunkan Perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. dan Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorangpun  pemberi petunjuk baginya”.

10 amaliyah bathiniyah yang harus diperhatikan ketika kita membaca Al Quran agar dapat menghilangkan stres :

  1. Jika hendak membacanya , maka pahami dan resapilah  keagungan dan ketinggian  firmannya, karunianya dan kasih sayang Nya kepada makhluk dalam menurunkan Al Quran
  2. Saat membaca Al quran , kita harus menghadirkan dalam hati ke agungan Allah dan mengetahui bahwa apa yang dibaca bukanlah pembicaraan manusia , dan bahwa membaca  Al Quran sangat penting, karena Dia berfirman “ tidak menyentuh kecuali hamba-hamba yang disucikan”
  3. Harus serius ketika membaca Al Quran  dengan menghadirkan hati dan meninggalkan bisikan jiwa serta mengarah perhatian hanya kepada Nya
  4. Disunnahkan membaca Al quran secara tartil.
  5. Memahami setiap ayat yang dibaca
  6. Harus  meninggalkan hal-hal yang dapat menghalangi pemahaman Al quran , seperti perbuatan maksiat
  7. Harus memahami bahwa diri kitalah yang menjadi sasaran yang dituju oleh setiap nash yang ada didalamnya
  8. Merasakan berbagai imbas yang berbeda-beda ketika membaca nya seperti rasa sedih, takut harap dan sebagainya
  9. Meresapi sampai ketingkat bahwa kita telah mendengarkan kalam dari Allah bukan dari mulut kita sendiri.
  10. Harus dapat melepaskan diri  dari setiap daya dan kekuatan  kita dan hanya memohon ridha allah SWT ketika membaca Al quran

Muda-mudahan Al Quran selalu menjadi cerminan dalam kehidupan kita. Amin.

Jumat, 26 Nov 2010
Salah satu rujukan yang dijadikan sumber “ Materi Khutbah MDI Kota Pekanbaru”

Esensi Diri

menoleh lagit memaksa tengadah
mencermati awan keabuan
birunya  mulai samar
terhijab penghalang
terserlah dari kejauhan.

tertatih-tatih merangkak
Menemukan makna
menerokai esensi yang tak dimengerti
kebingungan dalam penghambaan
Tuhan pasti punya rahasia haqiqi


lautanpun berat nak berombak
ketakutannya menghempas pantai
abrasi yang perlahan
buih-buihpun jadi  berbauran
gelombang yang tajampun mulai mengurang
seperti aku dalam memaknai esensi ini

jika gunung  kembali datar
jika gagak berubah warna
maka itulah perubahan,
tapi mana  mungkin gagak berubah warna
karena taqdir Tuhan telah menempa
dalam ketetapan-Nya.

terus mencari
terus memaknai
terus berpikir
selagi bisa mengolah pikir
selagi belum menemukan  jawaban ini


zamhir arifin
26 Nov 2010

Gundah Gulana

Tak tenang  tak menyenangkan
diusik rasa jadi perasa,
tabuh hati melonjak congkak  
menari dalam anyam tanpa kilauan
merangkak  malam
hilang terang ditelan kelam.

Dikegalauan ini inginkan teman berbincang,
hilangkan kesah meradang.
Tepuk tangan tak serentak  
bunyi sendiri temanpun lari.
Sorak yang tak berbunyi membuat teriak tak didengarkan
akhirnya termangu dalam lamun.
bosan ketika dijalani.

Hati yang tak pernah menyatu menciptakan labil dengan ketakutan yang menghantui
berkeluh dengan kesah membuat  iba hati yang tersindir
mencari penawar ditepi keramaian
namun tetap cemas dilecut kekhawatiran

Sungguh aku tak mengerti  dengan timpaan  ini
sungguh aku tak pernah sadar kuatnya bautan   takut ini
mudahan aku menjumpai penawar lain
dalam tempo dan ruang waktu yang berbeda
untuk mengusir kegundahan yang gulana ini.



 zamhir arifin
24.nov 2010

H u j a n

Rintikmu membasahi alam,
lebat mu menyejukkan,
curahmu mempertautkan  yang meradang
hingga hunian ini semakin nyaman dan menyegarkan

Dingin terasa pagi ini, membuat ngilu seluruh sendi
redup cuaca membalut cerah , awan nan berarak seolah tak tampak
karena uapan air laut yang engkau  pengap telahpun dimuntahkan.

Dikedinginan ini membuat hati enggan beranjak
inginkan selimut membalut jasad, menutupi gundahnya  sejuk
agar nyeyak lelap dalam sekejap.

Tapi hujan ternyata tidak membawa jawaban  atas pertanyaan dan harapan.
seperti harapanku untuk merajut jaya, menggapai cita  dan meraih jwara.
ternyata semua itu belum aku dapatkan
Ahhhh………kenapa lamunanku   terbias bersama derasnya hujan

Hujan,
Turunlah sesukamu
Enyahkan keenggananku
Basahi semuanya
Karena tiada pilih kasih …..itulah misimu               
Seperti guyurmu di pagi ini


23 Nov 2010
Ditulis disaat derasnya hujan,

K e i n g i n a n

Aku ingin menjadi penyair,
tapi imajinasi tak  bisa bermain
emosi diri selalu memborgol, hingga hati menjadi kasar
kesensitifan telah mengurang, hingga kepekaan menjadi tiada
tak mampu sebagai pujangga dengan kaya gaya bahasa.

Aku ingin menjadi politikus,
tapi tak pandai berkepentingan
tak berani berspekulasi dalam andai-andai yang siap memantai,
tak siap dengan caci maki , tak siap untuk diculik
tak  siap untuk dijatuhkan.
dan tidak siap untuk dipenjarakan.

Aku ingin menjadi pengusaha,
tapi gamang  dalam konfetitif
konfetitif yang kafitalis dan neoliberalis
takut menjadi sombong,
takut akan keinginan menguasai segalanya
takut  hadir  keinginan untuk membeli dan menjajah   dunia.

Aku ingin menjadi Muballigh,
tapi takut beretorika dengan ayat-ayat
tak berani mempertanggung jawabkan ummat jika salah berfatwa
enggan untuk memapah mahkamah  Sang Kuasa
takut diumpamakan sebatang lilin yang mampu menerangi
tapi tebakar dalam diri sendiri.
takut…takut…takut.. .karena aku belum sanggup.

Jadi apa keinginanku,
Entahlah akupun tak tahu ?????

Tapi biarkan  aku  hanya sebagai khalifah dimuka bumi,
Mengemban amanat,
karena gunung, bukit, bahkan malaikat menolaknya
karena manusia memang bodoh dan serakah
namun aku tetap berupaya
dan terus berupaya
selalu bermanfaat untuk yang lainnya.



// Zamhir

Pengabdian Untuk Mu

Sebagai abdi aku tahu nista, menyimpan beribu dosa
menggaungkan nafsu dalam himpitan lupa,
memperturutkan bisik hati dalam kelamnya kejam
terkadang alfa dari menoleh kebenaran.

Jauh benar ketersesatan ini,  mengekang  labuh yang terdampar,
terkungkung aku dengan beribu bisu tak mampu lagi mengucap,
tak mampu lagi mendengar, tak mampu lagi melihat
dan tak sanggup lagi mencawan petunjuk

Padahal himbauan takbir menyentuh setiap kalbu yang beriman dan menyatakan sebuah kesaksian, tiada yang agung selain Engkau. Tiada yang layak disembah kecuali-Mu dengan Zat Engkau. Padahal setiap pujian membumbung tinggi menuju ‘arasy-Nya yang Maha Tinggi.

Kadang tahlil  bagaikan derap langkah yang tak pernah henti, mengikis segala nista, membasuh segala noda, membersihkan segala kemusyrikan dalam hati yang sadar.

Bahwa kesenangan dunia tidak akan bertahan lama,
bahwa matahari yang bersinar tidak selamanya bercahaya,
bahwa topan yang mengamuk akan lenyap dalam sunyi
bahwa jagat raya yang bergerak dan berobah tidak bakal abadi
yang abadi itu hanya satu-satunya Engkau semata.

Pujian tahmid dalam seruan yang bertubi
mengingatkan aku akan kurnia engkau yang tak berhingga
setiap yang lahir akan  mati,
setiap yang datang akan pergi
semuanya pasti musnah
tapi Engkau kekal bertahta disinggah sana.


Ya Allah ya Rabb, saban hari umur ku berkurang, sedang dosa ku terus bertambah, menumpuk bagaikan gunung pasir di sahara , namun engkau Maha Tahu betapa aku takkan sanggup  menerima sanksi panasnya api neraka..

Sadarkan aku
Ampuni aku…


Minggu, 14 Nov 2010


Refleksi Sumpah


Sumpah menurut pengertian syara’ yaitu menahkikkan atau menguatkan sesuatu dengan menyebut nama Allah S WT, seperti; walLahi, bilLahi, talLahi. Sdangkan secara etimologis arti sumpah dapat dipahami :

1.Pernyataan yang diucapkan secara resmi dengan bersaksi kepada Allah SWT untuk menguatkan kebenaran dan kesungguhan.
2.Pernyataan yang disertai tekad melakukan sesuatu menguatkan kebenarannya atau berani menerima sesuatu bila yang dinyatakan tidak benar.
3.Janji atau ikrar yang teguhakan menunaikan sesuatu.

Sumpah diketegorikan sah apabila terpenuhi syarat-syaratnya yaitu:

1. Menyebut asma Allah S WT atau salah satu sifatnya.
2 .Orang yang bersumpah sudah mukallaf. (dibebani hukum atasnya)
3. Tidak dalam keadaan terpaksa dan disengaja dengan niat untuk bersumpah.

Terlepas dari segala pendapat di atas bahwa sumpah adalah suatu ucapan yang mengatas namakan Allah SWTyang apabila dipermainkan berarti telah mempermainkan agama. Oleh karena itu bila telah bersumpah, peliharalah sumpah itu.


Sudah menjadi tern dalam masyarakat kita, ketika kita memangku jabatan  atau dianggkat sebagai pekerja pada suatu instansi/lembaga, maka kita selalu melakukan sumpah terlebih dahulu, hal ini mencerminkan  keseriuasan kita ketika menjalankan amanat yang diembankan. Jika kita melanggarnya berarti kita telah dusta, dan dapat dikategorikan melanggar sumpah ahirnya akan berakibat ditimpakan dosa kepada kita. Maka memelihara sumpah sangat perinsip. Sehingga Allah SWT telah  mengingatkan kita dalam Al Quran Surat al Maidah  ayat 89 yang artinya :

“Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, Maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi Makan sepuluh orang miskin, Yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, Maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).”


Namun  dalam perjalannanya, banyak kita yang disumpah ketika mengemban amanat, ternyata banyak pula yang melakukan pelanggaran, padahal ketika sumpah itu diucapkan kita malah menjujung/meletakka Al Quran dikepala kita. Lalu kita jadi lupa  akan ikrar yang pernah kita ucapkan, sehingga muncul anekdot bahwa negara kita murat marit, banyaknya musibah  seperti hari ini adalah karena bangsa kita telah dimakan sumpah.

Menurut analisa penulis  bahwa semakin kita sering mengucapkan sumpah dengan menjujung al Quran dikepala, lalu kita menafikannya sama  halnya kita merendahkan Kitab kebesaran kita sendiri . Bahkan saya menganggap nilai sakralisasi dari Al Quran itu sendiri menjadi luntur ( muda-mudahan ini salah).

Muda-mudahan kita selalu menjadi orang-orang yang amanah dan selalu menjaga sumpah-sumpah kita.. Amin.

Kamis, 11.11.10

Budaya Penghujat


Hujat adalah mengemukakan pendapat dengan reaksi prontal, sepontas dan refleks mengandung unsur caci maki, merendahkan, menyepelekan bahkan pitnahan. Hujat selalu berkonotasi kepada negatif, karena dalam hal ini ada pihat-pihak dan pribadi yang dilecehkan dan selalunya menggunakan kata-kata kotor dan tidak terpuji

Hujat tentunya tidak bisa disamakan dengan kritikan, karena definisi kritikan itu sendiri adalah  tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya . perumpamaan  kritik adalah vitamin dengan saran sebagai suplemen-nya. Yang lain ada menyebutkan bahwa Kritik adalah ibarat pil pahit yang terpaksa kita makan untuk meningkatkan kualitas kita sendiri. Bahkan ada yang sampai menyatakan kritik adalah  pahlawan di setiap momen kepahlawanan yang tak pernah mendapat tanda pahlawan dan tak pernah diakui sebagai pahlawan. Milan Kundera menyebutkan, kritik adalah perjuangan melawan lupa. Kritik merupakan alat untuk mengingatkan. Tentu saja tidak semua kritik mesti ‘diikuti’ . Istilah kritik di dalam Islam adalah seperti nasehat (nashoha)  dimana setiap muslim wajib melakoninya. Sebagaimana telah dimuat dalam Al Quran  surat al ‘Ashr ayat 3 yang artinya :

 “Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. (al ‘ashr : 3 )

Bahkan kritik bagian dari aktivitas dakwah.. Tentunya dengan cara yang bijakasana  baca al Quran  An nahl : 125 yang maksudnya :

“ Ajakalah manusia kepada jalan Tuhanmu berdasarkan kebijaksanaan, dan tutur kata yang baik dan ajaklah mereka berdiskusi dengan cara yang paling baik “

Jadi hujat dan kritikan perbedaannya  ibarat langit dan bumi,, kerena kritikan selalu berorientasi kepada perbaikan dan selalu sipatnya membangun. Sedangkan hujat malah mencari kesalahan dan kelemahan seseorang lalu dipermalukan dengan kata-kata yang tidak terpuji. Oleh karena itu yang diinginkan adalah kritikan tapi bukan hujatan.

Hari ini yang sering terjadi adalah hujatan demi hujatan. Mencar-cari kesalahan orang sentiment dan selalu tendensius. Lihat demo-demo yang terjadi, hampir bermuara kepada hujatan tanpa memberikan solusi yang berarti. Reformasi salah kaprah. Ini tentunya berakibat kepada semakin runyamnya persoalan dan akhirnya penat tanpa mendapatkan kesimpulan. Satu hal lagi ini bukan budaya bangsa Indonesia .

Kiat-kiat memberikan kritikan (bukan hujatan)

1. Subtansinya jelas
2. bersipat membangun
3. Sampaikn dengan sopan
4. Dengan bahasa yang jelas dapat dimengerti
5. Dapat menyimpulkan
6. Ada eksion untuk perubahan dan perbaikan

Semoga kita  menjadi orang-orang  yang selalu dapat mengkritisi  dan jauh dari sifat-sifat menghujat.


Senin, 8 Nov 2010