Dicumbu malam dengan gelut kecil angin larut
terngiang lagu lama yang pernah berdendang
laguku yang tak pernah hilang
ketika nyanyiannya dalam tempo dulu
dengan irama syahdu menumbuk kalbu
memukau wajah jadi haru
Bait kata itu sontak membuat aku lunglai
dengan lirik menyentil
karena mengingatkan aku dengan kisah panjang dalam amuk hidup
terkilan hati,
mata membelalak
hingga aku tak sanggup lagi pejamkannya.
Ternyata kisah itu memang pedih
dalam silam yang berantakan
dalam kurun yang semberautan
Tak sadar menghujan air mata
ternyata aku dilahirkan dalam susah yang kental
ditopang papa kedana
dalam kikuk mencari sepah
aku…
aku membesar dengan rindang susah
seadanya tanpa gizi
tergeletak dalam tumbuh yang tak berpucuk
namun aku tetap jadi
dalam kejadian seperti hari ini
Ah,,,,,,,,,,,tak usah dikenang lagi
aku dah kunyah semuanya
aku akan muntahkan kembali pahit itu
aku tak usah bersedih
hari ini
hari esok
adalah hari ku yang abadi……
// ZA
terngiang lagu lama yang pernah berdendang
laguku yang tak pernah hilang
ketika nyanyiannya dalam tempo dulu
dengan irama syahdu menumbuk kalbu
memukau wajah jadi haru
Bait kata itu sontak membuat aku lunglai
dengan lirik menyentil
karena mengingatkan aku dengan kisah panjang dalam amuk hidup
terkilan hati,
mata membelalak
hingga aku tak sanggup lagi pejamkannya.
Ternyata kisah itu memang pedih
dalam silam yang berantakan
dalam kurun yang semberautan
Tak sadar menghujan air mata
ternyata aku dilahirkan dalam susah yang kental
ditopang papa kedana
dalam kikuk mencari sepah
aku…
aku membesar dengan rindang susah
seadanya tanpa gizi
tergeletak dalam tumbuh yang tak berpucuk
namun aku tetap jadi
dalam kejadian seperti hari ini
Ah,,,,,,,,,,,tak usah dikenang lagi
aku dah kunyah semuanya
aku akan muntahkan kembali pahit itu
aku tak usah bersedih
hari ini
hari esok
adalah hari ku yang abadi……
// ZA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar