Selasa, 05 April 2011

Adegan berdarah

Merah menyala segar mengalir
memancar disela-sela waktu.
Ketika telentang telanjang bulat
bola mata itu tajam memandang
menadah langit-langit kelambu tua
berensot dengan isak nyawa
yang tak terkendalikan.

Efisode penuh trauma
ibu muda itu menjerit histeris
bergumul dalam sesak sempit
mencakar  sudut – sudut kasur
menggigit tiang-tiang ranjang.

Kamar bedah itu  menggeliat marah
iba dan benci ,Bosan dengan tamu-tamu yang datang

Ruang bedah itu akhirnya bergulat dengan alat-alat
bermandikan darah tua
membeku busuk dan anyir
semerbak  menyumbat bulu-bulu penciuman.

Akhirnya ,,,hening seketika.
Ternyata adegan berdarah itu adalah menunggu sebuah kelahirannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar