Merah menyala segar mengalir
memancar disela-sela waktu.
Ketika telentang telanjang bulat
bola mata itu tajam memandang
menadah langit-langit kelambu tua
berensot dengan isak nyawa
yang tak terkendalikan.
Efisode penuh trauma
ibu muda itu menjerit histeris
bergumul dalam sesak sempit
mencakar sudut – sudut kasur
menggigit tiang-tiang ranjang.
Kamar bedah itu menggeliat marah
iba dan benci ,Bosan dengan tamu-tamu yang datang
Ruang bedah itu akhirnya bergulat dengan alat-alat
bermandikan darah tua
membeku busuk dan anyir
semerbak menyumbat bulu-bulu penciuman.
Akhirnya ,,,hening seketika.
Ternyata adegan berdarah itu adalah menunggu sebuah kelahirannya.
memancar disela-sela waktu.
Ketika telentang telanjang bulat
bola mata itu tajam memandang
menadah langit-langit kelambu tua
berensot dengan isak nyawa
yang tak terkendalikan.
Efisode penuh trauma
ibu muda itu menjerit histeris
bergumul dalam sesak sempit
mencakar sudut – sudut kasur
menggigit tiang-tiang ranjang.
Kamar bedah itu menggeliat marah
iba dan benci ,Bosan dengan tamu-tamu yang datang
Ruang bedah itu akhirnya bergulat dengan alat-alat
bermandikan darah tua
membeku busuk dan anyir
semerbak menyumbat bulu-bulu penciuman.
Akhirnya ,,,hening seketika.
Ternyata adegan berdarah itu adalah menunggu sebuah kelahirannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar