Senin, 22 November 2010

Akankah Do'a Kita Dikabulkan


Doa  secara bahasa bearti permohonan atau  permintaan. .  Secara  terminology Doa adalah permohonan atau  permintaan dari seoarang hamba kepada Allah dengan menggunakan lafal  yang dikehendaki dan dengan memenuhi ketentuan yang telah ditentukan.

Doa  merupakan senjata bagi orang beriman , doa merupakan  cerminan orang-orang yang rendah hati dihadapan manuisia dan dihadapan Allah, karena orang yang tidak mahu berdo’a adalah orang yang di vonis sebagai manusia sombong.  

Sudah menjadi kewajiban bagi kita selaku manusia  untuk selalu bermunajat kepada Allah, mengingat keterbatasan segala sesuatu yang kita miliki, dan  pengakuan kita yang tulus terhadap Allah karena Dialah yang maha mengenggam segalanya.

Siapapun kita pasti punya permintaan karena  kekurangan kita, Permintaan kita pasti bervariasi sesuai dengan keinginan hati nurani dan sesuai dengan kenyataan yang kita alami dalam  hidup.  Karena hidup adalah masalah dan sudah barang tentu masalah dalam kehidupan silih berganti. Allah telah berjanji akan mengabulkan setiap doa yang kita pohonkan ( lihat al Quran Surat Al Baqarah ayat 186 ) akan tetapi  kita selalu mengatakan Allah tidak menerima dan mengabulkan do’a kita, sampai-sampai kita menyalahkan takdir bahkan memyalahkan Allah.

Doa yang menurut kita belum terkabulkan itu sebenarnya Allah berpandangan lain. Karena ada beberapa kemungkinan yang tidak kita  ketahui diantaranya :

1.     Allah belum mengabulkannya , tapi sewaktu2 akan dikabulkan Allah pada waktu yang lain. Bearti hanya menunggu waktu
2.     Doa yang kita pinta belum tentu seperti yang kita inginkan, akan tetapi dalam bentuk lain  sedangkan nilai  dan esensinya sama dengan yang kita pinta,, sebagai contoh kita ingin menjadi PNS, tapi Allah tidak mentaqdirkan kita sebagai PNS,  namun Allah memberikan kemudahan dan pekerjaan lain yang pada hakikatnya nilainya sama untuk kelangsungan hidup dan kemaslahatan kita.
3.     Allah sengaja tidak mengabulkannya , karena Allah tahu ketika keinginan kita itu diberikan, maka kita akan dikhawatirkan menjadi orang yang sombong,. Disin jelas sesungguhnya Allah sangat sayang kepada kita dan tidak menginginkan kita menjadi orang yang sombong atau kufur.

Disini sangat jelas bahwa betapa Allah memliki hak preogratif tentang mengabulkan atau menolak doa yang kita panjatkan. tapi sekali lagi Allah mendengarkan doa kita dan akan mengabulkannya. Tugas kita adalah berdo’a dan selalu berprasangka baik terhadap Allah

Ketika doa kita tidak dikabulkan oleh Allah, maka ada beberpa faktor yang menyebabkan terhalangnya doa  kita tersebut diantaranya :

1.     Durhaka kepada Allah
2.     Durhaka kepada ayah dan ibu.
3.     Maksiat dan dosa yang selalu kita kerjakan , seperti minum dan makan secara bathil, dll.

Agar do’a kita dikabulkan oleh Allah, maka ada beberapa hal yang kita perhatikan, salah satunya adab dan etika berdo’a, diantaranya :

1.     Menadahkan tangan
2.     Penuh pengaharapan  dan takut seolah-olah tidak diterima
3.     Memulai dengan kalimat taawuz , basmalah , memuji Allah , solawat kepada Nabi lalu ditutup dengan bacaan hamdalah
4.     Menghadap kiblat
5.     Dalam keadaan suci jasmani dan rohani dan ketika sholat.
6.     Didahului dengan istighfar dan zikir
7.     Pada waktu – waktu tertentu, seperti antara  waktu azan dan iqamah, ketika sujud terahir dalam solat , pada waktu malam (sholat tahajjud), di bulan ramadhan, hari jumat
8.     Ditempat tertentu,, seperti di padang arafah ketika berhaji, dll
9.     mengulang atau menigakalikan
10.   Tidak terburu-buru
11.   merendahkan diri, tawaddhu' dan tadarru"
12.    Setelah berdo'a usapkan tangan kewajah
13.    Disertai ikhtiar atau usaha, sebab doa tampa ikhtiar adalah bohong, sebalikya ikhtiar tanpa do’a sombong.

Mari selalu  ciptakan diri kita sebagai orang-orang orang yang selalu berdoa kepada Allah. Semoga Allah selalu mengabulkan setiap doa yang kita panjatkan,, amin.

Jumat, 8 Oktober 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar