Setelah menimak dan memeperhatikan perjalanan kepemimpinana duet SBY-Budiona, maka kita berkesimpulan, masih banyak terdapat kekuranga-kekurangan dan kelemahan-kelemahan disana sini. Porsentase kemajuan jika dibandingkan denagn kelemahan ternyata kelemahan jauh lebih menonjol. Padahal kpemimpinan SBY sudah memasuki dua periode.
Banyak harapan dan begitu besarnya keinginan masyarakat terhadap kepemimpinan SBY karena mengingat semakin berkecamuknya revublik hari ini, harapan sepertinya hanya tinggal harapan, cita-cita hanya tingal cita-cita, kita hanya bengong kenapa ini harus terjadi. Kita tidak pula menyalahkan pemimpin, karena siapun yang berada pada posisi yang sama akan mengalami nasib serupa. Ini adalah kealahan pemimpin masa lalu, sebab yang namaya masa transisi sangat sulit dan melelahkan,, apalagi untuk membangkitkan keterpurukan bangsa yang carut marut seperti asaat ini,
Paling tidak ada beberapa catatan penting.
- kasus skandal Bank Century. Masalah ini adalah masalah mega kasus dibidang ekonomi, ternyata rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPR untuk mengusut tuntas masalah ini lenyap bak ditelan bumi, hilang rimbanya entah kemana.
- Hutang negara. Hutang negara sampai hari ini belum berakhir, bahkan semakin mencekik bangsa dan ketergantungan kita terhadap IMF telah mensengsarakan rakyat
- Terorime. Untuk yang satu ini memang menampakkan citra kita yang buruk dimata internasional, mengingat betapa tidak amannya negeri ini
- gerakan separatisme..upaya –upaya yang dialakukan oleh gerakan-gerakan separatisme atau seumpamanya menandakan betapa lemahnya badan intelejen negara. Dan ini menandakan betapa tidak percayanya masing –masing daerah terhadap existensi NKRI
- Kedaulatan negara. Dalam hal ini kita bisa melihat betapa lemahnya posisi tawar menawar pemerintah dan pimimpin terhadap negara lain. Hal ini terbukti seringnya kedaulatan negara kita di remehkan, oleh negara lain seperti perseteruan Malaysia – RI. Penyiksaan TKI, penangkapan nelayan, perebutan pulau dll.
- Demontrasi anarkis. Unjuk rasa sah-sah saja karena itu adalah merupakan cara berexpresi dalam menyampaikan sikap, tapi dalam kenyataannya banyak demontrasi yang mengarah kepada anarkis. Ini merupakan indicator dan kekcewaan masyarakat terhadap kepempimpina SBY
- Mafia peradilan..rekrutmen PNS, polri dll.
- Birokarasi yang bertele-tele, jauh dari azas transparansi , efektif dan efisiensi dan pelayana prima hanya selogan
- Korupsi meraja lela,
- Biaya pendidikan dan kesehatan masih mahal
- Reformasi mati suri
- Turut capurnya partai dalam hal mengatur negara. Padahal partai hanyalah media (alat) untuk demokrasi, tapi ternyata petinggi-petinggi partai selalu menjadi pengemis terhadap pemerintah untuk mendapatkan posisi-posi penting.
- Kasus pembunuhan aktivis munir belum juga terungkap.
- Hukum tebang pilih
- dan banyak lagi
Fenomena diatas menandakan bahwa presiden SBY masih memiliki hutang terhadap rakyat untuk membutikan janji dan mengaktualisasikan visi dan missinya. Kita tetap berdo’a semoga pemerintah tetap komit meyikapi berbagai persoalan dinegerini, kita juga berdoa semoga SBY-Budiono tetap diberikkan kekutan lahir dan batin sehingga dapat menjalankan pemerintahan dengan baik,,amin.
rabu, 20 okt 10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar