Senin, 22 November 2010

RAMADHAN MENGHILANG SYAWAL MENJELANG


Ramadhan tahun ini 1431 H, terasa baru semalam dan dalam hitungan jam akan berlalu meninggalkan kita. Ramdhan akan pergi dengan kesedihan dan kepiluan, karena ternyata begitu banyak anak manusia yang tidak mengharapkan keadirannya, karena disaat dia hadir tidak semua orang meninginkannya bahkan dianggap momok yang menakutkan, pengekang, pemaksa, lalu tidaak jelas apa tujuan dan maksudnya. Dia akan datang menghampiri tuhannya Allah SWT dan akan mengatakan inilah catatan yang aku bawakan tentang nota anak manusia yang tidak mendapatkan hidayah. Tapi dalam kesedihannya dia juga merasa teramat bergembira karena ketika ada yang tidak menginginkannnya terselip masih ada juga yang mendambakannya,dia menilai masih ada hamba yang menganggapnya sebagai barokan, rahmah maghfiroh dan itkum minnnar. Lalu ini juga akan disampaikan dengan sedetil-detilnya kehadirat Allah SWT dan ia menyarankan berilah kebaikan dan balasan yang setimpal bagi hambamu yang serupa ini.

Uraian ditas adalah sebagai ilustrasi bahwa ramadhan sebenarnya adalah kesempatan yang agung dan langka bagi kita, karena kehadirannya bukan untuk setiap saat tapi hanya setahun sekali. dan kehadirannya berdampak terhadap hajat hidup orang banyak untuk menemukan kebenaran diri dan kebesaran jiwa serta untuk keampunan dari Allah SWT. Makanya wajarlah Rasulullah swa disaat kehadirannya seraya mengucapkan marhaban ya ramadhan, lalu ketika Ramadhan akan berlallu Rasulullah mengatakan kecelakaan bagi kita dan beliau merasa bersedih teramat dalam berpisah dengan bulan suci Ramadhan.

Ingatlah bahwa kehadiran Ramadhan dan ketika kita masih berkesempatan bersamanya untuk melaksanakan segala amaliyahnya sebenarnya adalah Allah sangat menyayangi kita, karena kesempatan untuk meraih keampuanan diberikan Allah kepada kita. Kita tidak akan pernah tahu mungkinkah kesempatan Ramdhan tahun depan diberikan kepada kita sementara kita selalu alfa dan kadangkala hanyut dalam perbuatan maksiat dan dosa.

Sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah setelah satu bulan berpuasa kita diberikan suatu bulan dengan nama syawal yang berarti kemenangan. Hari raya ini disebut juga hari raya idul fitri yang bermakna kembali kepada kesucian. tentunya ini adalah kemenangan dalam berjuang mengekang dan melawan hawa nafsu. Kita diharapkan pada tanggal satu syawal itu telah mendapatkan prediket taqwa dan kembali fitrah seperti anak yang baru lahir. Kita dianjurkan beraya bersama dan bergembira merayakannya. saling kunjung-mengunjungi dan memberikan kemaafan dengan penuh keikhlasan.

Ada beberpa hal cara kita merayakan idul fitri..

1. Selalu gemakan kalimah thoyyiba " takbir, tahmid dan tahlil" sebagai ungkapan mengagungkan Allah
2. Bersimpuh dihadapan orang tua yang masih hidup untuk mohonkan kemaafan dari segala dosa . jika dia sudah meninggal jangan pernah lupa mendoaknnya.. karena doa anak yang sholeh selalu diijabah oleh Allah SWT
3. Saling mengunjungi saudara, tetangga dan jiran.
4. Jangan cuma mengunjungi orang-orang tertentu saja, tapi kunjungi juga anak-anak yatim dan fakir miskin sebagai upaya pemisah jurang strata sosial.
5. Rayakan idul fitri dengan sederhana, jangan mubazir apalagi sampai berhura-hura dan berpesta pora yang berujung pada perbuatan maksiat.
6. Realisasikan nilai-nilai Ramadhan dan selalu aflikasikan dalam kehidupan

Selamat jalan bulan suci Ramadhan sesungguhnya kami amat merasa kehilanganmu,,Ya Allah terimalah ibadah dan amalyah ramadhan kami tahun ini dan pertemukan lagi untuk Ramadhan tahun depan.. selamat datang Syawal....Ya Allah jadikan kami hamba-hambamu yang meraih taqwa dan selalu dalam Fitrah ..amin selamat idul fitri maaf zahir batin

Subuh kamis, 10 September 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar