Selasa, 30 November 2010

SI BOCAH SANG PENGEMIS



Diperjalanan  lebuhraya, dipersimpangan perhentian lampu merah,
Aku  terpandang  sebuah  sosok, ketika menepuk pelupuk mata, disaat sontak seiring menyapa.

Mata ini terhunus pokus terhenti berkedip seakan tak percaya dalam memperhatikan perilaku anak manusia, sepertinya  payah nak diterka, tapi kenyataan itu tak terelakkan, terjadi seiring kerasnya kehidupan dalam menyulap rezeki menyambung nyawa.

Bocah kecil sedang digendong, mengharungi  hiruk kota, berpasir,  ditiup angin di belai debu. Membuat  rautmu kusut, merubah jiwamu tak ikhlas atas kejadian yang sedang menimpamu, tapi dikau tak bisa berucap, tak manpu untuk melakukan  interupsi dan protes atas apa yg menimpamu.

Tega benar dunia, tapi lebih tega dan sangat  kejam lagi ibumu  untuk memanfaatkanmu mengais rezeki, memajangkanmu sebagai bocah mungil mengharapkan uluran kasihan. Seharusnya engkau berteduh dirimbunan kasih sayang keluarga, bermain ria menunggu suap dan susu. Menangis sedih ketika lapar dan dahaga…tapi semuanya berbeda, duniamu berseberangan dengan dunia bocah sesusiamu.

Tidakkah terdetak dibenak ibumu meneropong zona hidup dengan cara lain, lebih bermarwah dengan tidak mengorbankanmu, menggali peluang yang  lebih terhoramat hingga strata sosial lebih teangkat. Konfleksitas hidup memang beragam, bercorak mengikuti irama yang dilakonkan, tapi ibumu harus jernih berpikir  mengembangkan logika sederhana tapi lebih terarah. Ibumu mesti iba melihat keadaanmu, bahwa apa yang dilakukannya berat untuk dijalankan untukmu.

Seharusnya ibumu sadar, bukan itu pola pembelajaran dalam membesarkanmu, ibumu mesti mengajarkan cara hidup lebih terpuji,, tapi itulah adanya,,dunia kadang kala diartikan kejam oleh banyak orang,, karena dunia selalu menyajikan keseraman , keserakahan, kekerasan,   bahkan ketidak adilan..

Jika itu  pilihan hidup ibumu, jika ini keterpaksaan darinya, maka engkau harus memilih cara lain, cara yang lebih terdidik,, tapi sekali lagi apakan daya engkau hanyalah bocah kecil yang mungil dan lucu, yang tak tau apa-apa . Cuma yang ada dalam  benak ibumu hanyalah bagaimana  untuk menyambung hidupnya dan kehidupanmu………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar